ku turuti kata hatiku itu. Ku lakukan apa yang menjadi suara nuraniku. Di antara gemerlap bintang di langit, angin malam, nyanyian cengkerik, dan nafas2 teratur para sahabat yang sudah tidur, aku melangkah kaki menuju tempat wuduk.
ku cuci kedua2 tanganku. Ku bersihkan sela2 jariku. Ku berdoa:
Ya Allah, kami mohon anugerah dan barakah, dan kami berlindung kepadaMu dari keburukan dan kehancuran.
Ku masukkan air untuk kumur2 di mulutku. Mulut ini adalah alat dari mulut hati. Banyak kotoran berupa kata2, banyak ucapan2 berbuih hawa nafsu dan syahwat, lalu mulut ini berubah menjadi mulut syaitan. Mulut ini lebih banyak menjadi lubang besar bagi lorong2 yang berongga semesta duniawi. Yang keluar dan masuk hanyalah hembusan panas nafsu dan dinginnya hati yang membeku. Betapa banyak dalil2 Al-Quran dan Hadis, betapa berlimpah ruahnya fatwa amar makruf nahi mungkar, tetapi kerana keluar dari mulut yang kotor, ia berbau hanyir dalam senggak hidung jiwa. Ku masuki air sambil bermunajat:
Oh Tuhan, masukkanlah padaku tempat masuk yang benar, dan keluarkanlah diriku di tempat keluar yang benar, dan jadikanlah diriku daripada Diri-Mu, bahawa Engkau adalah kuasa yang menolongku.
Oh Tuhan, tolonglah daku untuk selalu mambaca Kitab-Mu dan zikir yang sebanyak2nya, dan tetapkanlah aku dengan ucapan yang tegas di dunia mahupun di akhirat.
Ku masukkan air suci yang menyucikan ini pada hidungku, hidung yang suka mencium aroma mewangian syahwat dunia, lalu jauh dari aroma syurga. Hidung yang menafaskan ciuman mesra, tetapi tersirna daripada kemesraan ciuman hakiki di singgahsana-Nya.
Oh Tuhan, aromakan mewangian SyurgaMu dan Engkau melimpah redhaMu...
Lalu ku semburkan air hidungku, sembari munajat:
Ya Allah, aku berlindung kepadaMu daripada aroma busuknya Neraka, dan bau busuknya dunia.
Lalu, ku membaca niat wuduk sebelum membasuh mukaku. Dan ketika ku basuh muka ini, ku bermunajat kepada Ilahi:
Oh Allah, bersihkan wajahku dengan cahayaMu, sebagaimana pada hari Engkau putihkan wajah2 kekasihMu. Ya Allah, janganlah Kau hitamkan wajahku dengan kegelapanMu, pada hari, di mana Engkau gelapkan wajah2 musuhMu.
Tuhan, sebakkan cadar hitamku dari tirai yang membungkus hatiku untuk memandangMu, sebagaimana Engkau buka cadar para kekasihMu...
Ku basuh tangan kananku, lalu bermunajat:
Oh Allah, berikanlah kitabku melalui tangan kananku, dan hitunglah amalku dengan hitungan yang seringan2nya.
Lalu ku basuh tangan kiriku dengan munajat:
Oh Allah, aku berlindung kepadaMu dari pemberian kitabku dari tangan kiriku dari belakangku...
Lalu ku usap kepalaku sembari bermunajat:
Oh Allah, payungi kepalaku dengan payung rahmatMu, turunkan padaku berkat2Mu, dan lindungi diriku dengan perlindungan payung ArasyMu, di hari ketika tidak ada lagi payung kecuali payungMu. Oh Tuhan...jauhkan rambutku dan kulitku dari neraka.
Lalu ku usap telingaku dan berdoa:
Oh Tuhan, jadikan diriku tergolong orang yang mendengarkan ucapan yang benar dan mengikutiyang paling baik. Tuhan,perdengarkan telingaku panggilan2 Syurga di dalam Syurga bersama hamba2Mu yang baik.
Ketika ku usap kaki kananku, ku ucapkan:
Ya Allah, teguhkan kakiku di atas sirat pada hari kaki2 tergelincir ke dalam Neraka.
Dan ketika ku usap kaki kiriku, ku baca:
Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari tergelincirnya kakiku dari sirat pada hari tergelincir kaki orang2 munafik.
................................................................
di petik dari:novel Makrifat Cinta,oleh Taufiqurrahman Al-Azizy
~salah satu cara untuk mendapat solat yang khusyuk adalah dari wuduk yang sempurna..bila kita menghayati setiap perbuatan wuduk kita, insyaAllah akan menambahkan fokus kita untuk berhubung dengan Allah(solat)...~
No comments:
Post a Comment